Sosialisasi Pangan Berkualitas dan AKU Hatinya PKK 2026, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga

Sosialisasi Pangan Berkualitas dan AKU Hatinya PKK 2026, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga

10 Februari 2026

WONOSOBO – Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo menggelar kegiatan Sosialisasi Pangan Berkualitas, AKU Hatinya PKK dan Inovasi Pemanfaatan Pekarangan Tahun 2026 pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pokja I hingga IV TP PKK Kabupaten Wonosobo, perwakilan Pokja III TP PKK Kecamatan, serta Ketua TP PKK Desa/Kelurahan binaan beserta pengurusnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo yang diwakili oleh Ketua Bidang I menyampaikan bahwa pangan berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Di tengah berbagai tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, hingga meningkatnya ketergantungan pada pangan instan, masyarakat dituntut semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Apalagi menjelang bulan Ramadan, kebutuhan pangan biasanya meningkat dan berpotensi memengaruhi harga di pasaran. Oleh karena itu, pemanfaatan pekarangan menjadi solusi nyata yang bisa kita optimalkan,” ujarnya.

Melalui program AKU Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) yang menjadi prioritas Pokja III, kader PKK didorong untuk mengoptimalkan potensi pekarangan rumah sebagai sumber pangan lokal yang sehat dan berkelanjutan. Pekarangan dinilai bukan sekadar halaman kosong, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga, hingga sumber protein sederhana sesuai kearifan lokal Wonosobo.

Selain itu, TP PKK Kabupaten Wonosobo juga terus menggerakkan berbagai inovasi pemanfaatan pekarangan, seperti Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabe), program Rabu Pon, Opak Gotak, serta Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) yang akan dijelaskan lebih rinci oleh para narasumber dalam kegiatan tersebut.

Pemanfaatan pekarangan tidak hanya meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga, tetapi juga membantu menekan pengeluaran rumah tangga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung upaya penurunan angka stunting dan permasalahan gizi lainnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya gerakan stop boros pangan. Masih banyak makanan yang terbuang sia-sia akibat pengelolaan yang kurang bijak. Melalui sosialisasi ini, kader PKK diharapkan menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat untuk merencanakan menu dengan baik, mengolah pangan secara tepat, serta memanfaatkan sisa makanan agar tidak terbuang percuma.

34 tampilan pengunjung
← Kembali ke Beranda